Deskripsi
Sensor LPR seperti CR-200 menawarkan cara mudah, terjangkau, dan instan untuk mengukur tingkat korosi. Selain itu, pembacaan level LPR merepresentasikan pengukuran elektrokimia korosi secara real-time. Hasil pengukuran dari CR-200 juga bersifat instan dan menunjukkan kondisi aktual dalam skala MPY, sesuai dengan jenis material yang dianalisis.
CR-200 adalah sensor tingkat korosi yang ideal untuk pemantauan sistem pendingin dan perawatan air proses, di mana keandalan dan harga terjangkau sangat penting. Sensor ini menggunakan metode Linear Polarization Resistance (LPR) untuk menghasilkan sinyal mentah yang kemudian diproses, diperkuat, dan didigitalkan langsung di dalam sensor itu sendiri. Dengan cara ini, gangguan sinyal akibat kabel panjang—yang sering terjadi pada sensor korosi lain—dapat dihindari.
Selain itu, sensor ini juga mampu mengukur konduktivitas air sampel secara langsung dan mengkompensasi dampaknya terhadap pengukuran LPR. Keunggulan ini menjadikan sensor LPR dari Pyxis Lab® lebih unggul dalam performa dan akurasi. Selain mengukur laju korosi secara umum dengan metode LPR, CR-200 juga mendeteksi electrochemical noise yang kemudian digunakan untuk menghitung indeks tingkat korosi lokal atau pitting corrosion.
Aplikasi Umum:
✅ Pemantauan Air Pendingin & Air Proses
✅ Pemantauan Air Domestik
Fitur Utama:
Desain Anti-EMI (Anti-Electromagnetic Interference) dengan bodi sensor berbahan stainless steel
Dukungan Modbus dengan komunikasi RS-485 yang terisolasi
Output 4–20mA untuk integrasi mudah dengan sistem lain
Baterai tahan hingga 1 tahun dengan teknologi ultra-low power & smart power management
Tiga alur O-Ring pada bodi sensor untuk mengontrol kedalaman pemasangan
Konektivitas Bluetooth® ke aplikasi uPyxis®
Kemampuan deteksi ultra-low corrosion rate hingga 0.001 MPY
Akurasi tinggi untuk mengukur korosi umum & korosi lokal









