boiler checklistCategoriesInline Sensor

PERAN SENSOR DO (Dissolved Oxygen) UNTUK PENGENDALIAN KOROSI DI BOILER

Korosi dalam sistem boiler terutama disebabkan oleh kehadiran oksigen terlarut dalam air. Oksigen bereaksi dengan besi dan logam lain dalam boiler, membentuk oksida besi yang menyebabkan korosi. Korosi tidak hanya merusak struktur boiler tetapi dapat mengakibatkan downtime dan produksi steam berhenti.

Peran Sensor DO ST-774

Sensor Dissolved Oxygen (DO) ST-774 dirancang untuk mendeteksi kadar oksigen terlarut pada tingkat yang sangat rendah, hingga 0.1 ppb dengan rentang deteksi 0-2 ppm.

Berikut adalah beberapa fitur di mana ST-774 dapat membantu pencegahan korosi:

  1. Pengukuran Oksigen Terlarut yang Akurat:
    • Sensor ST-774 setelah melalui sample cooler ( sampai temp di bawah 50C) mampu mendeteksi oksigen terlarut dalam air umpan boiler outlet deaerator  dengan akurasi tinggi, sehingga memungkinkan identifikasi cepat terhadap peningkatan kadar oksigen yang dapat menyebabkan korosi.
  2. Monitoring Berkelanjutan ( Real time)
    • ST-774  dilengkapi dengan controller UC80 memberikan pemantauan kontinu terhadap kadar oksigen terlarut, memungkinkan deteksi dini dan tindakan cepat termasuk mengontrol injeksi Oxygen Scavenger ke dalam system air umpan boiler.
  3. Desain Tahan Korosi:
    • Sensor ST-774 sendiri terbuat dari stainless steel 316L yang tahan korosi, memastikan kinerja yang andal dalam lingkungan industri yang keras.

Kesimpulan

Dengan menggunakan sensor DO ST-774, dapat secara efektif mengurangi risiko korosi dalam sistem boiler. Pemantauan yang akurat dan berkelanjutan terhadap kadar oksigen terlarut memungkinkan tindakan preventif yang tepat waktu, mengurangi biaya perawatan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperpanjang umur pakai peralatan boiler.

CategoriesInline Sensor

Sensor ST-500 PTSA

Sensor ST-500 adalah perangkat inline yang dirancang untuk pengukuran langsung PTSA (Pyrenetetrasulfonic Acid). Sensor ini memanfaatkan sumber cahaya LED UV untuk eksitasi dan emisi fluoresensi PTSA, memastikan deteksi yang akurat dan cepat dalam berbagai kondisi air.

Spesifikasi Teknis

ItemDetail
P/N50661 (ST-500)
Kisaran Deteksi PTSA0-300 ppb (dapat disesuaikan melalui uPyxis)
Presisi/Akurasi PTSA+/- 1 ppb
Excitation/Emission LED365 nm / 410 nm
Sumber Daya22 – 26V DC, Konsumsi Daya – 1W
OutputIsolated 4-20 mA Analog Outputs & Isolated RS-485 Digital Output
InstalasiST-001 Inline Tee dengan ulir ¾” FNPT
BahanCPVC (ST-500) dan 304L Stainless Steel
Tekanan Operasional100 psi (ST-500)
Suhu Operasional4 °C – 49 °C (40 – 120 °F)
Panjang Kabel5 kaki dengan IP67 adapter + 1.5 kaki flying lead dengan IP67 adapter
Berat170 g (ST-500)
RatingIP67, tahan debu dan air
RegulasiCE Marked + RoHS
DimensiPanjang 172.7 mm, Diameter Tubuh 36.6 mm

Peran Sensor PTSA ST-500

Sensor ST-500 dirancang untuk pengukuran langsung PTSA dalam aplikasi air pendingin industri dan pengolahan air membran. Berikut adalah detail peran dan fungsinya:

  1. Deteksi dan Pengukuran PTSA
    • ST-500 menggunakan LED UV (365nm eksitasi / 410nm emisi) untuk mendeteksi konsentrasi PTSA secara real-time.
    • Sensor ini mampu mengukur PTSA dalam rentang 0-300 ppb dengan akurasi tinggi (+/- 1 ppb).
  1. Kompensasi Internal
    • Sensor ini dilengkapi dengan algoritma untuk kompensasi terhadap turbiditas dan warna air, sehingga memberikan hasil yang akurat bahkan dalam kondisi air yang sangat terkontaminasi (hingga 150 NTU dan 10 ppm Fe).
  1. Output
    • Sensor ST-500 menawarkan output analog 4-20 mA dan digital RS-485 Modbus, yang memungkinkan integrasi dengan berbagai sistem kontrol seperti PLC atau DCS.
    • Dilengkapi dengan Bluetooth untuk diagnosis dan kalibrasi nirkabel menggunakan aplikasi uPyxis.
  1. Instalasi dan Perawatan
    • Disediakan dalam material CPVC dan 304L Stainless Steel untuk berbagai kondisi tekanan.
    • Instalasi dilakukan menggunakan ST-001 Inline Tee dengan port ¾” FNPT.
    • Rekomendasi perawatan termasuk pembersihan dan kalibrasi bulanan untuk memastikan kinerja optimal.

Fungsi dan Aplikasi

  1. Automasi Dozing Chemical

Automasi dozing chemical menggunakan PTSA melibatkan penggunaan sensor fluoresensi untuk memantau konsentrasi chemical dalam air dan mengatur laju pemberian chemical secara otomatis berdasarkan data tersebut.

Langkah-langkah:

  1. Deteksi Konsentrasi PTSA: Sensor fluoresensi mendeteksi konsentrasi PTSA dalam sistem.
  2. Pengaturan Laju Dozing: Sistem kontrol otomatis menggunakan data konsentrasi untuk mengatur laju dozing chemical.

Perhitungan: Misalkan, menghitung dosing chemical dengan target chemical pada 5 ppm dan rasio 1:100 antara PTSA dan Chemical, dengan flow rate 5 ml/jam

  • Target Konsentrasi Chemical : 5 ppm
  • Rasio PTSA: Chemical=  1:100
  • Flow Rate pompa PTSA dan pompa Chemical : 5 ml/jam

Target Konsentrasi PTSA  yang terbaca adalah:

2. Diagnosa Holding Volume

PTSA membantu menghitung volume air dalam sistem (holding volume) dengan melarutkan PTSA dalam badan air  dan mengukur konsentrasinya.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan ke dalam sistem dalam jumlah berat yang terukur.
  2. Pengukuran Konsentrasi: Konsentrasi PTSA diukur di berbagai titik dalam sistem untuk memastikan homogenitas yang tercapai.
  3. Perhitungan Volume (M3):  (gram PTSA yang ditambahkan / ppm PTSA terbaca)

3. Diagnosa Flow Rate

PTSA digunakan untuk mengukur flow rate dengan mendeteksi waktu yang diperlukan PTSA untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya dalam sistem.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan pada titik awal aliran dengan flowrate yang telah ditentukan ( gram/jam)
  2. Pengukuran konsentrasi : Sensor mendeteksi konsentrasi PTSA di titik akhir dalam ppm ( gr/M3)
  3. Perhitungan Flow Rate (M3/jam): (Penambahan PTSA (gram/jam)/ ppm PTSA terbaca (gr/M3))

4. Diagnosa Kebocoran ( kualitatif)

PTSA membantu mendeteksi kebocoran dengan memantau adanya PTSA di dalam sistem tempat kebocoran dicurigai terjadi.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan ke dalam sistem sumber kebocoran
  2. Pemantauan Konsentrasi: Konsentrasi PTSA diukur di titik dimana menjadi destinasi aliran kebocoran.
  3. Konfirmasi Kebocoran: Apabila didapati adanya PTSA di titik destinasi aliran kebocoran, maka positif terjadi kebocoran dan sebaliknya.

Keuntungan Penggunaan ST-500

– Deteksi Akurat: Pengukuran PTSA yang akurat dan real-time.

– Kompensasi Internal: Algoritma untuk kompensasi turbiditas dan warna.

– Integrasi Mudah: Output analog dan digital untuk integrasi dengan sistem kontrol.

– Perawatan Mudah: Pembersihan dan kalibrasi yang sederhana dengan uPyxis APP.

Langkah Kalibrasi dan Pemeliharaan:

  • Pyxis Lab merekomendasikan membersihkan dan mengkalibrasi sensor ST-500 Series minimal sekali per bulan. Untuk aplikasi air bersih, periode ini bisa diperpanjang. Untuk aplikasi yang sangat terkontaminasi, diagnosis, pembersihan, dan kalibrasi dapat dilakukan lebih sering.
  • Sensor ST-500 Series memiliki perangkat keras internal dan algoritma yang memungkinkan kompensasi warna dan kekeruhan serta diagnosis kebersihan sensor.
  • Dengan menggunakan MA-WB (7Pin) atau PowerPACK Series Bluetooth Adapter, sensor ST-500 Series dapat diakses secara nirkabel melalui Bluetooth dari perangkat mobile atau desktop menggunakan aplikasi uPyxis.
  • Aplikasi ini menampilkan keluaran nilai sensor untuk PTSA secara langsung serta menyediakan fungsi pemeriksaan kebersihan dan kalibrasi sensor. Setelah sensor dibersihkan, diagnosis ulang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kebersihan dan kemudian kalibrasi menggunakan Standar Kalibrasi Pyxis (misalnya, PTSA-100).

Aksesori Opsional:

  • ST-001 Inline Tee Assembly
  • PTSA-100 (PTSA Calibration Standard 100ppb / 500mL)
  • ST-500 Cleaning & Calibration Kit
  • MA-WB Bluetooth Adapter
  • PowerPACK-1 dan PowerPACK-4 Auxiliary Power Supply
  • MA-NEB Bluetooth/USB Adapter
  • Pyxis ST/LT Series Sensor Cleaning Kit
  • SP-350 Handheld PTSA Fluorometer
  • MA-C10 dan MA-C50 Extension Cable

PTSA untuk Aplikasi Lain

PTSA telah digunakan dalam pelacakan produk perawatan dalam sistem loop tertutup. Beberapa tindakan pencegahan harus diperhatikan. Jika sistem diolah dengan nitrit pada dosis di atas 500 ppm, kemungkinan gangguan nitrit harus diselidiki. Nitrit menyerap cahaya 365 nm, yang merupakan panjang gelombang eksitasi untuk pengukuran fluoresensi PTSA. Fluorometer dengan sel lintasan pendek dan kompensasi untuk kehilangan penyerapan harus dipilih untuk sistem yang mengandung nitrit. Masalah potensial lainnya adalah warna karena kadar besi teroksidasi yang tinggi dan kekeruhan dalam sistem tertutup. Fluorometer yang mengkompensasi warna dan kekeruhan harus digunakan untuk alasan yang sama seperti untuk kasus menghilangkan gangguan nitrit. Direkomendasikan agar studi lonjakan dan pemulihan dilakukan menggunakan sampel air loop tertutup yang sebenarnya sebelum beralih ke program pelacakan PTSA.

Sebagai alternatif untuk pengukuran litium, PTSA telah digunakan untuk mengukur sistem air. PTSA tampaknya tidak bereaksi terhadap metalurgi sistem dan tidak diserap oleh besi atau endapan lain dalam sistem. Namun, tindakan pencegahan yang sama yang disebutkan di atas mengenai warna dan kekeruhan besi harus diperhatikan.

PTSA tidak cocok sebagai pelacak boiler. PTSA mengalami hidrolisis pada pH tinggi pada suhu tinggi.

Pyxis ST-500 dapat dikonfigurasi di lapangan ke mode sensitivitas tinggi untuk rentang rendah 0 hingga 10 ppb. Ini sangat cocok untuk memantau air umpan RO di mana tingkat PTSA yang sangat rendah diinginkan.

Sensor ST-500 Series adalah alat yang sangat berguna dalam pemantauan dan manajemen sistem air industri. Dengan sensitivitas yang tinggi dan fleksibilitas aplikasi, PTSA membantu memastikan efisiensi dan keamanan operasional dalam berbagai industri. Penggunaan PTSA sebagai tracer memberikan keuntungan signifikan dalam pemantauan kualitas air dan deteksi kebocoran, menjadikannya pilihan yang efektif untuk manajemen sistem pendingin dan pengolahan air. Sensor ST-500 adalah solusi canggih yang menawarkan deteksi PTSA yang akurat dan real-time, memungkinkan optimasi dan pemeliharaan sistem dengan mudah.

 

CategoriesInline Sensor

Pemantauan Secara Real-Time Kekeruhan Kualitas Air di Tambak Ikan

Peningkatan kekeruhan dapat disebabkan oleh aktivitas ikan, sisa pakan, dan partikel tersuspensi lainnya. Sensor turbidity seperti ST-730 dari Pyxis Lab dapat memainkan peran penting dalam pengawasan dan pengendalian kualitas air tambak ikan.

Tantangan dalam Budidaya Ikan di Tambak

  1. Kekeruhan Air:
    • Peningkatan kekeruhan akibat pakan yang tidak termakan dan kotoran ikan.
    • Kekeruhan yang tinggi mengurangi visibilitas, menghambat penetrasi cahaya, dan dapat menurunkan kadar oksigen terlarut.
  2. Kesehatan Ikan:
    • Kekeruhan yang tinggi menyebabkan stres pada ikan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan tingkat pertumbuhan.
    • Partikel tersuspensi dapat membawa bakteri dan patogen yang membahayakan ikan.
  3. Efisiensi Operasional:
    • Sistem filtrasi yang tidak efisien menyebabkan biaya operasional yang tinggi dan membutuhkan pembersihan manual yang sering.

Sensor turbidity ST-730 dari Pyxis Lab menawarkan solusi pengawasan yang andal dan efisien untuk mengelola kualitas air di tambak ikan. Dengan fitur-fitur unggulannya seperti pemantauan real-time, konektivitas Bluetooth, dan kemampuan pengendalian sistem filtrasi, ST-730 membantu meningkatkan kualitas air, kesehatan ikan, dan efisiensi operasional. Implementasi sensor ini di tambak budidaya ikan dapat menghasilkan peningkatan signifikan dalam produktivitas dan keuntungan budidaya, menjadikannya investasi yang berharga bagi para peternak ikan.

Untuk selengkapnya bisa membaca disini!!

CategoriesUncategorized

PENGENDALIAN KOROSI PADA KUALITAS AIR BOILER

Boiler adalah salah satu komponen penting dalam berbagai industri, terutama dalam pembangkit listrik, manufaktur, dan pengolahan makanan. Kualitas air dalam boiler harus dijaga dengan baik untuk mencegah kerusakan, korosi, dan penurunan efisiensi. Air dalam boiler harus memiliki konduktivitas yang rendah untuk mencegah korosi dan penumpukan kerak.

 

Manfaat Penggunaan Sensor ST-723 pada Boiler

  1. Pencegahan Korosi dan Kerak Dengan memantau konduktivitas air secara kontinu, sensor ini membantu mencegah korosi dan penumpukan kerak yang dapat merusak komponen boiler.
  2. Efisiensi Operasional Pengukuran suhu yang akurat memastikan bahwa boiler beroperasi pada kondisi yang optimal.
  3. Keamanan Memantau suhu dan konduktivitas air membantu mengidentifikasi masalah potensial sebelum menyebabkan kerusakan besar.
  4. Pemeliharaan yang Mudah Kalibrasi dan diagnosa nirkabel mengurangi downtime dan memudahkan tim pemeliharaan dalam menjaga sensor tetap berfungsi dengan baik.

 

ST-723-Conductivity-Sensor-Body

Sensor konduktivitas dan suhu seperti ST-723 dari Pyxis Lab memainkan peran penting dalam menjaga kualitas air boiler. Sensor ini membantu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem boiler. Integrasi yang mudah dengan sistem kontrol yang ada dan kemampuan kalibrasi nirkabel menjadikannya solusi ideal untuk berbagai aplikasi industri.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang sensor ST-723 dan solusi pengendalian kualitas air lainnya, kunjungi Measurepedia distributor resmi pyxis di Indonesia

Chlorine Kolam RenangCategoriesInline Sensor

Chlorine Berlebihan pada Kolam Renang berbahaya bagi Kulit

Kaporit bekerja dengan melepaskan Free Chlorine, yang efektif membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Namun, penggunaan kaporit yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit manusia.

Apa itu Kaporit dan Klorin?

  1. Kaporit (Kalsium Hipoklorit): Kaporit adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam desinfeksi air karena kemampuannya menghasilkan Free Chlorine ketika dilarutkan dalam air. Kalsium hipoklorit memiliki sifat oksidatif yang kuat, menjadikannya efektif dalam membunuh mikroorganisme patogen.
  2. Free Chlorine: Free Chlorine adalah bentuk klorin yang aktif dan tersedia untuk reaksi kimia. Dalam pengolahan air, Free Chlorine penting karena merupakan agen desinfektan utama yang membunuh bakteri dan virus. Namun, kadar Free Chlorine yang terlalu tinggi dapat menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dampak Negatif Pemberian Kaporit Berlebihan pada Kulit

  1. Iritasi Kulit
  2. Kekeringan Kulit
  3. Alergi dan Reaksi Hipersensitivitas
  4. Kerusakan Jangka Panjang

Solusi Pengendalian Kadar Klorin dengan ST 765 SS

Untuk mengatasi masalah pemberian kaporit berlebihan, penggunaan alat pengukur yang tepat sangatlah penting. ST 765 SS dari Pyxis Lab adalah salah satu solusi terbaik yang tersedia. Berikut adalah cara kerja dan manfaat menggunakan ST 765 SS:

  1. Pengukuran yang Akurat dan Real-Time
  2. Pemantauan pH dan Suhu
  3. Teknologi Elektrokimia Tanpa Membran
  4. Sistem Pembersihan Otomatis
  5. Integrasi dan Kalibrasi Mudah

Pemberian kaporit yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada kulit. Untuk menghindari hal ini, penting untuk mengontrol kadar klorin dalam air dengan tepat. ST 765 SS dari Pyxis Lab menawarkan solusi yang efektif dengan pengukuran yang akurat, pemantauan real-time, dan sistem pembersihan otomatis. Dengan menggunakan ST 765 SS, Anda dapat memastikan kadar klorin dalam air tetap dalam batas aman, melindungi kesehatan kulit dan memastikan kualitas air yang optimal.

PTSACategoriesInline Sensor

Automasi Pemantauan PTSA dengan Sensor Pyxis

Pengukuran dan Pemantauan Kualitas Air dengan Automasi PTSA

Automasi pemantauan PTSA meningkatkan efisiensi dan akurasi pengukuran serta memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kualitas air.

Sensor Pyxis ST-500

Pyxis ST-500 adalah sensor inline yang dirancang untuk mengukur konsentrasi PTSA secara kontinu dalam sistem pendingin dan pemanas air. Beberapa fitur utama dari Pyxis ST-500 meliputi:

  • Akurasi Tinggi
  • Konektivitas
  • Pengukuran Kontinu

Implementasi dan Konfigurasi

  1. Pemasangan Sensor dan Pompa
  2. Konfigurasi Sistem Kontrol
  3. Kalibrasi
  4. Pengujian dan Validasi

Keuntungan Automasi Pemantauan PTSA

  • Efisiensi: Mengurangi kebutuhan pengukuran manual dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Akurasi: Menyediakan data yang lebih akurat dan konsisten secara kontinu.
  • Respons Cepat: Memungkinkan deteksi dan respons cepat terhadap perubahan kualitas air.
  • Kepatuhan: Membantu memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi kualitas air.

Kesimpulan

Automasi pemantauan PTSA menggunakan sensor Pyxis dan pompa menawarkan solusi yang efisien dan akurat untuk monitoring kualitas air. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memastikan bahwa sistem sirkulasi air mereka bekerja dengan optimal dan mematuhi standar lingkungan yang ketat. Automasi juga memungkinkan deteksi dan respons cepat terhadap perubahan kualitas air, membantu menjaga operasional yang efisien dan aman.

LumutCategoriesInline Sensor

Em-400 | EM-500

  1. Apa Itu EM400?

EM400 adalah fluorometer genggam yang dirancang khusus untuk mengukur konsentrasi klorofil-a dalam sel alga hidup di dalam air. Klorofil-a adalah pigmen fotosintetik utama pada alga dan pengukurannya dapat digunakan untuk menilai biomassa alga di dalam air. Dengan EM400, Anda dapat melakukan pengukuran secara langsung dan instan tanpa perlu menggunakan reagen, sehingga lebih praktis dan efisien dalam pengelolaan alga.

Gunakan EM400 untuk analisis rutin di lapangan. Alat ini mudah dibawa dan digunakan, sehingga ideal untuk pengukuran spot dan pemantauan berkala. Dengan desain yang portabel, Anda dapat dengan cepat melakukan pengukuran di berbagai titik dalam sistem air Anda. Penggunaannya sangat sederhana, hanya membutuhkan beberapa langkah untuk mendapatkan hasil yang akurat. Konektivitas Bluetooth juga memudahkan transfer data ke aplikasi uPyxis untuk analisis lebih lanjut.

 

Fitur Unggulan EM400:

  • Kalibrasi Pabrik dan Lapangan: Pyxis Lab mengkalibrasi EM400 di pabrik menggunakan sampel alga hidup. Anda juga bisa mengkalibrasi ulang di lapangan dengan solusi klorofil-a sintetik dari Pyxis Lab. Proses ini memastikan hasil yang akurat.
  • Kompensasi Warna dan Kekeruhan: Alat ini mengompensasi gangguan warna dan kekeruhan sampel, sehingga hasil pengukuran tetap akurat.
  • Desain Penggunaan yang Mudah: Menu yang mudah dioperasikan dan desain sampel langsung tanpa perlu cuvet atau reagen membuat EM400 sangat user-friendly. Penggunaannya menjadi lebih praktis.
  • Konektivitas Bluetooth: Anda dapat mengunggah data pengukuran melalui aplikasi mobile atau desktop uPyxis, memudahkan pemantauan dan analisis lebih lanjut.
  • Portabilitas: Dengan berat hanya 400 gram (tanpa baterai) dan dimensi yang kompak, Anda dapat membawa dan menggunakan EM400 dengan mudah di lapangan.

Spesifikasi Teknis EM400:

  • Rentang Pengukuran: 0.3 – 100 ppb klorofil-a in-vivo
  • Panjang Gelombang Eksitasi: 470 nm LED
  • Panjang Gelombang Emisi: 675 nm
  • Ketepatan Panjang Gelombang: ±1 nm
  • Batas Deteksi: 0.3 ppb
  • Ketepatan: ±2% atau 4 ppb
  • Layar: TFT-LCD 320×240, terlihat jelas di bawah sinar matahari langsung
  • Baterai: 4 baterai AA dengan masa pakai hingga 3200 pengukuran
  • Lingkungan Operasional: Suhu 4 hingga 41°C, Kelembaban hingga 85% pada 41°C
  • Perlindungan Lingkungan: IP67, tahan debu dan air

Apa Itu EM500?

EM500 adalah sensor fluorometer in-line yang dirancang untuk mengukur konsentrasi klorofil-a dalam sel alga hidup di dalam air. Alat ini cocok untuk digunakan dalam pengontrolan pertumbuhan Alga dengan kemampuan automasi injeksi yang mampu mengontrol residual chemical di level rendah dan aman bagi organisme hidup seperti tumbuhan dan ikan.

Fitur Unggulan EM500:

  • Output Analog & Digital: EM500 memiliki output analog 4-20mA dan digital RS-485 Modbus yang dapat dihubungkan ke berbagai perangkat kontrol industri.
  • Kompensasi Otomatis: Alat ini mengompensasi warna (hingga 10 ppm) dan kekeruhan (hingga 150 NTU) secara otomatis.
  • Konektivitas Nirkabel: Dengan adaptor Bluetooth MA-WB, Anda dapat mengonfigurasi dan mengkalibrasi EM500 secara nirkabel melalui aplikasi uPyxis.
  • Desain Mudah Dibersihkan: Kanal fluida yang pendek memudahkan perawatan dan pembersihan sensor.

Spesifikasi Teknis EM500:

  • Rentang Pengukuran: 0.1 – 50 ppb klorofil-a
  • Panjang Gelombang Eksitasi: 470 nm
  • Panjang Gelombang Emisi: 675 nm
  • Power Supply: 24VDC, ~1W
  • Dimensi: 172 mm (6.8 in) x 36.6 mm (1.44 in)
  • Bobot: 170 g (0.37 lbs)
  • Lingkungan Operasional: Suhu 4 hingga 40°C, Kelembaban hingga 85% pada 40°C
  • Perlindungan Lingkungan: IP67, tahan debu dan air
  1. Automasi Pemantauan dengan EM500:

Untuk automasi dan pemantauan kontinu, EM500 adalah pilihan yang tepat. Pasang EM500 pada sistem Anda untuk pemantauan alga secara real-time dan automasi dosis chemical. EM500 terhubung langsung ke sistem kontrol  melalui output analog 4-20mA atau digital RS-485 Modbus. Fitur kompensasi otomatis untuk warna dan kekeruhan memastikan bahwa hasil pengukuran tetap akurat meskipun kondisi sampel bervariasi. Adaptor Bluetooth memungkinkan konfigurasi dan kalibrasi sensor secara nirkabel, sehingga Anda dapat memantau kondisi alga tanpa perlu intervensi manual yang sering.

Pemantauan dan pengelolaan alga kini menjadi lebih mudah dan efektif dengan Pyxis EM400 dan EM500. Kedua alat ini memberikan hasil pengukuran yang akurat dan cepat, serta memudahkan pengguna dalam pemantauan rutin dan automasi sistem. Investasi pada perangkat ini akan sangat bermanfaat bagi industri yang membutuhkan pengelolaan alga yang efisien.

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, kunjungi produk EM400 di Measurepedia dan produk EM500 di Measurepedia.

Lumut bukan lagi masalah yang harus Anda khawatirkan. Antisipasi lebih awal dengan EM400 dan EM500, dan pastikan sistem Anda tetap berjalan dengan optimal tanpa gangguan alga.