Pengukuran KromaCategoriesHandheld

Pengukuran Kroma dalam Air Limbah Industri (Industrial Wastewater) dengan Pyxis Lab SP-205 Colorimeter

Air limbah industri biasanya merupakan campuran berbagai polutan senyawa organik yang memiliki warna pekat. Kroma (warna) sering digunakan untuk mencerminkan tingkat polusi organik dan menjadi indikator awal sebelum pemeriksaan yang lebih detail dilakukan. Oleh karena itu, pengukuran warna dalam air limbah menjadi parameter penting untuk mengkarakterisasi limbah. Metode pengukuran warna dengan satuan Platina Cobalt telah memenuhi standar ISO 6271: Clear liquids – Estimation of colour by the platinum-cobalt colour scale.

Pengukuran Kroma yang Akurat dengan Pyxis Lab SP-205

Anda bisa menggunakan alat Pyxis Lab SP-205 Handheld Colorimeter untuk mengukur kroma secara akurat dan cepat. Alat portabel ini merupakan solusi modern yang efektif untuk mengukur warna dalam berbagai sampel air limbah. Selain hasil yang akurat, desain ergonomis Pyxis Lab SP-205 Handheld Colorimeter juga mempermudah penggunaannya di lapangan.

Keunggulan alat Pyxis Lab Handheld SP-205 Colorimeter:

  1. Mematuhi Standar Internasional: Alat modern ini mengikuti standar ISO 6271 (metode Platinum-Cobalt), menjadikannya pengganti ideal untuk pengujian kolorimetri tradisional;
  2. Pengukuran yang Mudah dan Akurat: Dengan metode ‘DIRECT-READ’, alat ini dapat melakukan pengukuran kroma tanpa reagen tambahan dan tanpa pengenceran sehingga mengurangi potensi human error (kesalahan manusia);
  3. Kemampuan Transfer Data Nirkabel dengan Bluetooth: Alat ini dapat mentransfer data secara nirkabel (wireless) melalui aplikasi uPyxis Mobile dan Desktop sehingga memudahkan analisis data secara langsung.

Kesimpulan

Sceara keseluruhan, air limbah industri mengandung polutan organik yang menyebabkan warna pekat dan kroma menjadi parameter penting untuk mengukur tingkat polusi tersebut. Alat Pyxis Lab SP-205 Handheld Colorimeter menawarkan solusi pengukuran kroma yang mematuhi standar ISO 6721. Alat ini merupakan solusi modern efektif untuk pengujian kroma di lapangan.

Cooling Water SystemCategoriesHandheld

Mengapa Pengukuran Biocides Penting dalam Sistem Air Pendingin (Cooling Water System)?

Apa itu Biocides?

Biocides adalah bahan kimia penting yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan lumut dalam berbagai sistem, termasuk sistem air pendingin. Biocides dibagi menjadi dua kategori utama: Oxidizing Biocides dan Non-Oxidizing Biocides. Non-Oxidizing Biocides biasanya diinjeksikan secara berkala setiap dua minggu dan tidak dapat diukur dengan alat sederhana. Sebaliknya, Oxidizing Biocides dapat diukur dengan cepat dan akurat menggunakan reagen sederhana.

Mengapa Pengukuran Oxidizing Biocides Penting?

Penggunaan Oxidizing Biocides merupakan metode yang efektif dan umum untuk mengontrol biofouling—penumpukan mikroorganisme dan lumut yang merugikan. Memastikan konsentrasi dan frekuensi penggunaan biocides yang tepat krusial untuk mengendalikan total bacterial count di bawah 10^3 koloni per mililiter. Konsentrasi yang tepat membantu menghindari biaya perawatan yang berlebihan dan memastikan efisiensi sistem air pendingin.

Handheld SP-200 OXIPOCKET™ dari Pyxis Lab

Untuk memenuhi kebutuhan akan pengukuran yang akurat, Handheld SP-200 OXIPOCKET™ dari Pyxis Lab dirancang khusus untuk mengukur semua jenis Oxidizing Biocides dalam sistem air pendingin. Alat ini memberikan data yang akurat, membantu dalam pengembangan program pengontrolan biocides yang sukses dan efektif.

Kesimpulan

Mengontrol total bacterial count di bawah 10^3 koloni/ml membutuhkan konsistensi residu Oxidizing Biocides setidaknya 0.2 ppm free residual chlorine. SP-200 OXIPOCKET™ menyediakan solusi yang handal dan efisien untuk tantangan ini, memastikan pengoperasian sistem air pendingin yang optimal.

Pyxis SP-910CategoriesHandheld

Kontrol Kualitas Air pada Boiler Menggunakan Pyxis Handheld SP-910

Boiler sering dioperasikan secara kontinu dengan beban kerja penuh dan untuk jangka waktu yang lama. Efisiensi pemakaian bahan bakar menjadi krusial untuk pengoperasian boiler yang optimal. Stabilitas air umpan (feedwater), termasuk pengelolaan kualitas air kondensat yang kembali ke tangki feedwater, serta pengaturan blowdown yang akurat, sangat penting.

Manfaat Menggunakan Pyxis Handheld SP-910

Pyxis Handheld SP-910 adalah solusi handal untuk menganalisis air boiler. Alat ini mampu menguji 82 parameter air yang berbeda, dengan 12 parameter khusus yang esensial untuk air umpan, air kondensat, dan air boiler. Penggunaan Pyxis SP-910 memastikan hasil yang akurat, dan desain ergonomisnya mempermudah analisis langsung di lapangan.

No.ParameterRentang (ppm)
1Alkalinity5 – 500
2Calcium Hardness25 – 500
3Chloride2.5 – 400
4Diethyl Hydroxylamine – DEHA0.009 – 0.50
5Iron, Total FePh0.03 – 3.00
6Magnesium0.13 – 4.00
7Hydrazine0.016 – 0.50
8Phosphonates0.05 – 2.50
9Phosphorous, Reactive (PMoV)0.20 – 45.0
10Polymer2.0 -13.0
11Silica0.02 -75.0
12Sulfite0.1 – 50.0

 

Kesimpulan

Kualitas air mempengaruhi kinerja dan keandalan boiler secara signifikan. Pyxis Handheld SP-910, sebagai multi-parameter portable water analyzer, menawarkan solusi efektif dan ekonomis untuk pengujian kualitas air yang memastikan kestabilan operasional boiler Anda.

BoilerCategoriesHandheld

Cegah Korosi melalui Pengendalian Kadar Residu Besi (Fe) di Boiler dengan Pyxis Handheld SP-910

Korosi adalah proses perusakan material boiler yang dipengaruhi oleh senyawa lain yang terdapat dalam air. Material utama yang digunakan dalam boiler adalah besi (Fe). Kadar besi yang tinggi kemungkinan berasal dari material yang terlepas. Ketika besi tersebut terlepas dan bereaksi dengan oksigen, korosi dapat terjadi. Jika kadar residu besi melebihi standar ASME, maka akan menyebabkan korosi  yang serius dan menurunkan efisiensi boiler.

Pyxis Handheld SP-910: Solusi Ideal untuk Memantau Kualitas Air Boiler

Pyxis Handheld SP-910 menjadi solusi ideal untuk memantau kualitas air tersebut. Berikut adalah beberapa kelebihan dari Handheld SP-910 yang menjadikannya pilihan yang efisien:

  1. Pengukuran Besi (Iron, Total FePh): Alat ini dapat mengukur kadar besi dalam rentang 0.03 – 3.00 ppm, memungkinkan pemantauan yang akurat.
  2. Akurasi Tinggi: Dengan panjang gelombang hingga ± 1 nm, Pyxis SP-910 memberikan hasil pengukuran yang sangat akurat.
  3. Desain Ergonomis: Memudahkan pengguna untuk melakukan analisis langsung di lapangan.
  4. Bluetooth – Data Management – SP-910: Dapat terhubung dengan komputer ataupun handphone untuk manajemen data analisis yang lebih efisien.
  5. Cost-effective: Menawarkan harga yang kompetitif dengan fitur sebanding.

Untuk menjaga boiler tetap berfungsi secara optimal, penting untuk memastikan bahwa air yang digunakan memenuhi standar ASME. Memastikan kadar Besi dalam batas tertentu sangat penting untuk mencegah penurunan efisiensi. Dengan menggunakan Pyxis Handheld SP-910, Anda dapat melakukan pemantauan secara rutin dan akurat sehingga kualitas air tersebut tetap terjaga.

Kesimpulan

Jaga kinerja boiler Anda dengan memastikan kadar residu Besi tetap dalam batas aman. Kontrol yang tepat dapat mencegah masalah korosi dan meningkatkan efisiensi. Pyxis Handheld SP-910 adalah solusi terbaik untuk menjaga kualitas air dalam boiler Anda.

 

Korosi BoilerCategoriesHandheld

Pengaruh Kadar Residu Besi (Fe) terhadap Risiko Terjadinya Korosi pada Boiler

Korosi merupakan masalah utama dalam pengoperasian boiler. Kualitas air umpan boiler (boiler feedwater) dan air boiler memiliki peran penting terhadap terjadinya permasalahan boiler. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan korosi. Korosi adalah proses perusakan material boiler yang dipengaruhi oleh senyawa lain dalam air.

Besi (Fe) adalah material utama di boiler. Kandungan besi yang tinggi kemungkinan berasal dari material boiler yang terlepas. Material besi yang terlepas dapat disebabkan karena pengaruh pengoperasian boiler atau kontaminasi kimia yang dapat bereaksi dengan material boiler carbon steel. Pola pengoperasian boiler seperti pH tidak sesuai standar, overheating (panas berlebih), dan flowrate yang terlalu tinggi, sedangkan kontaminan kimia seperti kandungan oksigen (O2) atau karbon dioksida (CO2). Besi yang terkikis dari pipa boiler dan bereaksi dengan oksigen menghasilkan senyawa yang merugikan, yaitu hematite yang berwarna kemerahan. Hematite tersebut adalah produk korosi yang dibiarkan terus-menerus bisa memberikan kebuntuan di pipa dan jangka panjang yang menyebabkan pengurangan ketebalan pipa boiler.

Jika kadar residu Besi melebihi standar ASME, maka dapat menyebabkan korosi pada boiler. Pyxis Handheld SP-910 Multi-Parameter Portable Water Analyzer dirancang khusus untuk menguji 82 parameter air secara umum, di mana 15 parameter adalah parameter umum yang digunakan untuk menguji air umpan (feedwater) maupun air boiler dalam memastikan pemenuhan standar yang telah ditetapkan. Pengukuran kadar residu Besi adalah termasuk parameter yang penting dan Pyxis Handheld SP-910 mampu memberikan hasil yang akurat, serta bentuknya yang ergonomis membuat penganalisaan menjadi lebih mudah, dan bisa langsung dilakukan di lapangan.

Kesimpulan

Besi yang terlepas dari pipa boiler dapat menyebabkan korosi. Agar peralatan boiler berfungsi secara efektif dan andal, strategi yang paling efektif untuk mencegah korosi harus dilakukan. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengukuran kadar residu Besi (Fe) pada boiler sebagai tindakan pencegahan yang tepat dapat diambil sebelum terjadi kerusakan lain.

Korosi BoilerCategoriesHandheld

Korosi: Kadar Residu Tembaga (Cu) di Boiler dengan Pyxis Handheld SP-910

Pentingnya Memantau Kualitas Air Umpan Boiler

Boiler memiliki peran krusial dalam menghasilkan uap panas bertekanan (steam) dengan menggunakan air sebagai bahan baku utama. Untuk mencegah terjadinya korosi di boiler, penting bagi Anda untuk mengontrol kadar residu tembaga (Cu) dalam air umpan tersebut sebagaimana tertulis dalam standar ASME. Kadar tembaga yang tinggi dapat menyebabkan korosi, yang berpotensi mengurangi efisiensi turbin listrik dan meningkatkan biaya operasional.

Handheld Pyxis SP-910: Solusi Ideal untuk Memantau Kualitas Air

Handheld Pyxis SP-910 dirancang khusus untuk memantau kualitas air tersebut secara efisien. Berikut adalah beberapa fitur unggulan dari alat ini:

Pyxis SP-910

 

  1. Pengukuran Tembaga (Cu): Rentang 0.006 – 5.00 ppm, memberikan hasil yang sangat akurat.
  2. Akurasi Tinggi: Dengan panjang gelombang hingga ± 1 nm, alat ini menjamin pengukuran yang tepat.
  3. Desain Ergonomis: Desain ini memudahkan pengguna dalam melakukan analisis langsung di lapangan.
  4. Bluetooth – Data Management – SP-910: Alat ini terhubung dengan perangkat komputer ataupun handphone sehingga memudahkan manajemen data analisis.
  5. Cost-effective: Menawarkan harga kompetitif dengan fitur yang sebanding.

 

 

 

Mengapa Kualitas Air Umpan Boiler Sangat Penting?

Menjaga kualitas air umpan tersebut adalah langkah penting untuk memastikan boiler berfungsi secara optimal. Kadar residu tembaga (Cu) harus tetap dalam batasan yang telah ditentukan untuk menghindari masalah korosi. Dengan Handheld Pyxis SP-910,  Anda memiliki solusi yang efektif untuk pemantauan ini. Alat ini tidak hanya menawarkan pengukuran tembaga (Cu) yang akurat dan desain yang ergonomis, tetapi juga fitur manajemen data melalui Bluetooth. Dengan harga yang kompetitif, Pyxis SP-910 menjadi investasi yang berharga untuk menjaga efisiensi boiler Anda.

Korosi BoilerCategoriesHandheld

Pengaruh Kadar Residu Tembaga (Cu) terhadap Risiko Korosi di Boiler

Paduan tembaga (copper alloys) digunakan dalam kondensor dan penukar kalor (heat exchangers) dalam siklus boiler karena sifat perpindahan kalornya yang unggul. Akan tetapi, bahan-bahan ini rentan terhadap korosi akibat amonia dan oksigen terlarut. Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan retak korosi akibat tegangan, tetapi juga hilangnya megawatt listrik karena endapan tembaga terbentuk pada bilah-bilah turbin (turbine blades) bertekanan tinggi. Endapan tembaga (Cu) di boiler dapat mengakibatkan korosi lubang (pitting corrosion).

Untuk paduan tembaga dalam sistem boiler, penyebab utama korosi adalah nilai pH (P-alkalinitas) dan oksigen terlarut. Deaerator dan bahan kimia pengolahan air (internal treatment), seperti natrium sulfit atau hidrazin sebagai oxygen scavengers, dapat digunakan untuk mengendalikan kadar oksigen terlarut dalam air umpan boiler (boiler feedwater) dan sistem kondensat. Akan tetapi, hidrazin dapat terurai menjadi amonia, yang bersifat korosif terhadap tembaga. Pengikisan pada pipa boiler mengendap kembali sebagai tembaga metalik. Karena efek negatif dari korosi tembaga, American Society of Mechanical Engineering (ASME) merekomendasikan kadar tembaga 0,01 hingga 0,05 ppm (mg/L) dalam air umpan boiler tergantung pada tekanan drum dalam pedoman kualitas airnya. Batas yang ditetapkan oleh EN 12953-10: Requirements for boiler feedwater and boiler water quality berada dalam kisaran yang sama yaitu <0,03 hingga <0,05 ppm tembaga dalam air umpan dan kurang dari 0,1 ppm tembaga dalam air make-up.

Pemantauan kadar tembaga dalam air umpan boiler membantu mengendalikan korosi sebelum berdampak negatif pada efisiensi turbin listrik. Handheld Pyxis SP-910 Multi-Parameter Portable Water Analyzer dirancang khusus untuk menguji 82 parameter air secara umum, di mana 15 parameter adalah parameter umum yang digunakan untuk menguji air umpan (feedwater) maupun air boiler dalam memastikan pemenuhan standar yang telah ditetapkan. Pengukuran kadar Residu Tembaga (Cu) adalah termasuk parameter yang penting dan Pyxis Handheld SP-910 mampu memberikan hasil yang akurat, serta bentuknya yang ergonomis membuat penganalisaan menjadi lebih mudah, dan bisa langsung dilakukan di lapangan.

Kesimpulan

Kadar tembaga (Cu) harus dikendalikan di air umpan boiler sehingga korosi dapat dicegah. Korosi terjadi karena pengikisan pada pipa boiler sehingga membentuk endapan tembaga metalik pada bilah-bilah turbin. Oleh karena itu, pemantauan dan pengendalian kualitas air umpan boiler adalah kunci untuk mencegah kerusakan boiler dan memastikan operasional yang lancar.