CR-200CategoriesUncategorized

Pyxis CR200 – CR300 CORRATER

Sensor laju korosi CR-200 dan CR-300 buatan Pyxis Lab merupakan perangkat yang dirancang untuk sistem air pendingin dan pengolahan air proses industri dengan memberikan pengukuran korosi yang akurat dan real-time. Menggunakan metode Linear Polarization Resistance (LPR), mampu memberikan pengukuran elektrokimia korosi waktu nyata yang mewakili kondisi aktual pada skala Mils-Per-Year (MPY). Penting untuk memahami bahwa LPR memberikan data korosi instan yang mungkin berbeda dari kupon korosi yang diukur selama periode panjang.

CR-300 DAN CR-200                                                                                               
Fitur Utama Sensor CR-Series

Sensor korosi seri Pyxis CR, termasuk CR-200 dan CR-300, dirancang untuk mempermudah pemantauan dan pengukuran korosi dengan menggunakan metode LPR.

  • Dapat Mengukur General dan Pitting Corrosion dengan Akurasi Tinggi Langsung Kompensasi untuk media air dengan Conductivity Sampai dengan 10.000 μS/cm.
  • Bisa menampung data sampai 6 bulan, data bisa ditarik dengan Handphone Via Bluetooth – aplikasi Upyxis.
  • Interval pembacaan 3 hingga 1.440 menit
  • CR300 dengan Nirkabel CR200 dengan Baterai.

Aplikasi Umum

  • Pemantauan air pendingin dan proses
  • Pasokan pabrik, sistem sekali pakai, dan sistem loop tertutup
  • Pemantauan air domestik

Spesifikasi Teknis

Berikut adalah spesifikasi teknis dari CR-200 dan CR-300:

  • Sumber Daya: Baterai ER26500 3.6V (CR-200), 24VDC 2W (CR-300)
  • Keluaran Data: Bluetooth 4.1 (CR-200), 4-20 mA & RS-485 (CR-300)
  • Penyimpanan Data: 6 bulan (@30 menit per sampel) untuk CR-200
  • Dimensi: 260.5 mm (P) x 23.0 mm (D) (CR-200), 281.5 mm (P) x 23.0 mm (D) (CR-300)
  • Berat: 655 g dengan baterai (CR-200), 687 g (CR-300)
  • Rentang Korosi Umum: 0.001–10.000 MPY
  • Rentang Korosi Lokal: 0.001–100 Indeks
  • Kompensasi Konduktivitas: 10 – 10,000 µS/cm
  • Suhu Sampel: -20 – 50°C
  • Interval Pembacaan: 3 hingga 1440 menit
  • Resolusi: 0.001 MPY
  • Faktor Paduan: 0 – 3
  • Instalasi: Sel aliran dengan NPT 1 inci
  • Bahan Enklosur: Stainless steel 304
  • Tekanan Kerja: Hingga 100 psi (7 bar)
  • Perlindungan: IP65
  • Regulasi: CE / RoHS

Berikut adalah tabel perbedaan antara Laju Korosi dengan Metode LPR (Linear Polarization Resistance) dan Kupon Korosi:

AspekLaju Korosi LPRKupon Korosi
Prinsip PengukuranMenggunakan metode resistansi polarisasi linear untuk pengukuran elektrokimia real-time.Menggunakan metode kehilangan berat melalui eksposur jangka panjang.
Waktu PengukuranReal-time, menyediakan data instan mengenai kondisi korosi.Jangka panjang, biasanya memerlukan beberapa minggu hingga bulan untuk mendapatkan hasil.
AkurasiMemberikan pengukuran langsung dan akurat berdasarkan kondisi saat ini.Akurat untuk pengukuran total korosi selama periode waktu yang panjang.
Data yang Dihasilkanreal-time dalam skala Mils-Per-Tahun (MPY).total kehilangan berat dalam gram atau miligram per periode waktu tertentu.
Kesesuaian KondisiMengukur kondisi korosi pada saat pengukuran, dapat bervariasi dari waktu ke waktu.Mencerminkan rata-rata tingkat korosi selama periode waktu tertentu.
PenggunaanIdeal untuk pemantauan dan penyesuaian perawatan air secara real-time.Berguna untuk studi korosi jangka panjang dan evaluasi bahan.
KompleksitasMembutuhkan sensor khusus dan perangkat elektronik untuk pengukuran dan analisis.Lebih sederhana, hanya membutuhkan kupon logam yang ditempatkan dalam lingkungan yang akan diuji.
Fleksibilitas AplikasiDapat digunakan dalam berbagai sistem dan kondisi dengan pengaturan yang cepat.Memerlukan waktu lebih lama untuk setup dan pengumpulan data.
InterferensiKurang terpengaruh oleh interferensi dari kondisi lingkungan seperti getaran.Bisa terpengaruh oleh faktor lingkungan seperti getaran dan aliran air yang tidak merata.
BiayaBisa lebih tinggi karena memerlukan peralatan khusus dan pemeliharaan.Umumnya lebih rendah karena hanya memerlukan kupon dan alat penimbang.

 

 

LEARN MORE :

CR-200

CR-300

CategoriesInline Sensor

Sensor ST-500 PTSA

Sensor ST-500 adalah perangkat inline yang dirancang untuk pengukuran langsung PTSA (Pyrenetetrasulfonic Acid). Sensor ini memanfaatkan sumber cahaya LED UV untuk eksitasi dan emisi fluoresensi PTSA, memastikan deteksi yang akurat dan cepat dalam berbagai kondisi air.

Spesifikasi Teknis

ItemDetail
P/N50661 (ST-500)
Kisaran Deteksi PTSA0-300 ppb (dapat disesuaikan melalui uPyxis)
Presisi/Akurasi PTSA+/- 1 ppb
Excitation/Emission LED365 nm / 410 nm
Sumber Daya22 – 26V DC, Konsumsi Daya – 1W
OutputIsolated 4-20 mA Analog Outputs & Isolated RS-485 Digital Output
InstalasiST-001 Inline Tee dengan ulir ¾” FNPT
BahanCPVC (ST-500) dan 304L Stainless Steel
Tekanan Operasional100 psi (ST-500)
Suhu Operasional4 °C – 49 °C (40 – 120 °F)
Panjang Kabel5 kaki dengan IP67 adapter + 1.5 kaki flying lead dengan IP67 adapter
Berat170 g (ST-500)
RatingIP67, tahan debu dan air
RegulasiCE Marked + RoHS
DimensiPanjang 172.7 mm, Diameter Tubuh 36.6 mm

Peran Sensor PTSA ST-500

Sensor ST-500 dirancang untuk pengukuran langsung PTSA dalam aplikasi air pendingin industri dan pengolahan air membran. Berikut adalah detail peran dan fungsinya:

  1. Deteksi dan Pengukuran PTSA
    • ST-500 menggunakan LED UV (365nm eksitasi / 410nm emisi) untuk mendeteksi konsentrasi PTSA secara real-time.
    • Sensor ini mampu mengukur PTSA dalam rentang 0-300 ppb dengan akurasi tinggi (+/- 1 ppb).
  1. Kompensasi Internal
    • Sensor ini dilengkapi dengan algoritma untuk kompensasi terhadap turbiditas dan warna air, sehingga memberikan hasil yang akurat bahkan dalam kondisi air yang sangat terkontaminasi (hingga 150 NTU dan 10 ppm Fe).
  1. Output
    • Sensor ST-500 menawarkan output analog 4-20 mA dan digital RS-485 Modbus, yang memungkinkan integrasi dengan berbagai sistem kontrol seperti PLC atau DCS.
    • Dilengkapi dengan Bluetooth untuk diagnosis dan kalibrasi nirkabel menggunakan aplikasi uPyxis.
  1. Instalasi dan Perawatan
    • Disediakan dalam material CPVC dan 304L Stainless Steel untuk berbagai kondisi tekanan.
    • Instalasi dilakukan menggunakan ST-001 Inline Tee dengan port ¾” FNPT.
    • Rekomendasi perawatan termasuk pembersihan dan kalibrasi bulanan untuk memastikan kinerja optimal.

Fungsi dan Aplikasi

  1. Automasi Dozing Chemical

Automasi dozing chemical menggunakan PTSA melibatkan penggunaan sensor fluoresensi untuk memantau konsentrasi chemical dalam air dan mengatur laju pemberian chemical secara otomatis berdasarkan data tersebut.

Langkah-langkah:

  1. Deteksi Konsentrasi PTSA: Sensor fluoresensi mendeteksi konsentrasi PTSA dalam sistem.
  2. Pengaturan Laju Dozing: Sistem kontrol otomatis menggunakan data konsentrasi untuk mengatur laju dozing chemical.

Perhitungan: Misalkan, menghitung dosing chemical dengan target chemical pada 5 ppm dan rasio 1:100 antara PTSA dan Chemical, dengan flow rate 5 ml/jam

  • Target Konsentrasi Chemical : 5 ppm
  • Rasio PTSA: Chemical=  1:100
  • Flow Rate pompa PTSA dan pompa Chemical : 5 ml/jam

Target Konsentrasi PTSA  yang terbaca adalah:

2. Diagnosa Holding Volume

PTSA membantu menghitung volume air dalam sistem (holding volume) dengan melarutkan PTSA dalam badan air  dan mengukur konsentrasinya.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan ke dalam sistem dalam jumlah berat yang terukur.
  2. Pengukuran Konsentrasi: Konsentrasi PTSA diukur di berbagai titik dalam sistem untuk memastikan homogenitas yang tercapai.
  3. Perhitungan Volume (M3):  (gram PTSA yang ditambahkan / ppm PTSA terbaca)

3. Diagnosa Flow Rate

PTSA digunakan untuk mengukur flow rate dengan mendeteksi waktu yang diperlukan PTSA untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya dalam sistem.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan pada titik awal aliran dengan flowrate yang telah ditentukan ( gram/jam)
  2. Pengukuran konsentrasi : Sensor mendeteksi konsentrasi PTSA di titik akhir dalam ppm ( gr/M3)
  3. Perhitungan Flow Rate (M3/jam): (Penambahan PTSA (gram/jam)/ ppm PTSA terbaca (gr/M3))

4. Diagnosa Kebocoran ( kualitatif)

PTSA membantu mendeteksi kebocoran dengan memantau adanya PTSA di dalam sistem tempat kebocoran dicurigai terjadi.

Langkah-langkah:

  1. Penambahan PTSA: PTSA ditambahkan ke dalam sistem sumber kebocoran
  2. Pemantauan Konsentrasi: Konsentrasi PTSA diukur di titik dimana menjadi destinasi aliran kebocoran.
  3. Konfirmasi Kebocoran: Apabila didapati adanya PTSA di titik destinasi aliran kebocoran, maka positif terjadi kebocoran dan sebaliknya.

Keuntungan Penggunaan ST-500

– Deteksi Akurat: Pengukuran PTSA yang akurat dan real-time.

– Kompensasi Internal: Algoritma untuk kompensasi turbiditas dan warna.

– Integrasi Mudah: Output analog dan digital untuk integrasi dengan sistem kontrol.

– Perawatan Mudah: Pembersihan dan kalibrasi yang sederhana dengan uPyxis APP.

Langkah Kalibrasi dan Pemeliharaan:

  • Pyxis Lab merekomendasikan membersihkan dan mengkalibrasi sensor ST-500 Series minimal sekali per bulan. Untuk aplikasi air bersih, periode ini bisa diperpanjang. Untuk aplikasi yang sangat terkontaminasi, diagnosis, pembersihan, dan kalibrasi dapat dilakukan lebih sering.
  • Sensor ST-500 Series memiliki perangkat keras internal dan algoritma yang memungkinkan kompensasi warna dan kekeruhan serta diagnosis kebersihan sensor.
  • Dengan menggunakan MA-WB (7Pin) atau PowerPACK Series Bluetooth Adapter, sensor ST-500 Series dapat diakses secara nirkabel melalui Bluetooth dari perangkat mobile atau desktop menggunakan aplikasi uPyxis.
  • Aplikasi ini menampilkan keluaran nilai sensor untuk PTSA secara langsung serta menyediakan fungsi pemeriksaan kebersihan dan kalibrasi sensor. Setelah sensor dibersihkan, diagnosis ulang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kebersihan dan kemudian kalibrasi menggunakan Standar Kalibrasi Pyxis (misalnya, PTSA-100).

Aksesori Opsional:

  • ST-001 Inline Tee Assembly
  • PTSA-100 (PTSA Calibration Standard 100ppb / 500mL)
  • ST-500 Cleaning & Calibration Kit
  • MA-WB Bluetooth Adapter
  • PowerPACK-1 dan PowerPACK-4 Auxiliary Power Supply
  • MA-NEB Bluetooth/USB Adapter
  • Pyxis ST/LT Series Sensor Cleaning Kit
  • SP-350 Handheld PTSA Fluorometer
  • MA-C10 dan MA-C50 Extension Cable

PTSA untuk Aplikasi Lain

PTSA telah digunakan dalam pelacakan produk perawatan dalam sistem loop tertutup. Beberapa tindakan pencegahan harus diperhatikan. Jika sistem diolah dengan nitrit pada dosis di atas 500 ppm, kemungkinan gangguan nitrit harus diselidiki. Nitrit menyerap cahaya 365 nm, yang merupakan panjang gelombang eksitasi untuk pengukuran fluoresensi PTSA. Fluorometer dengan sel lintasan pendek dan kompensasi untuk kehilangan penyerapan harus dipilih untuk sistem yang mengandung nitrit. Masalah potensial lainnya adalah warna karena kadar besi teroksidasi yang tinggi dan kekeruhan dalam sistem tertutup. Fluorometer yang mengkompensasi warna dan kekeruhan harus digunakan untuk alasan yang sama seperti untuk kasus menghilangkan gangguan nitrit. Direkomendasikan agar studi lonjakan dan pemulihan dilakukan menggunakan sampel air loop tertutup yang sebenarnya sebelum beralih ke program pelacakan PTSA.

Sebagai alternatif untuk pengukuran litium, PTSA telah digunakan untuk mengukur sistem air. PTSA tampaknya tidak bereaksi terhadap metalurgi sistem dan tidak diserap oleh besi atau endapan lain dalam sistem. Namun, tindakan pencegahan yang sama yang disebutkan di atas mengenai warna dan kekeruhan besi harus diperhatikan.

PTSA tidak cocok sebagai pelacak boiler. PTSA mengalami hidrolisis pada pH tinggi pada suhu tinggi.

Pyxis ST-500 dapat dikonfigurasi di lapangan ke mode sensitivitas tinggi untuk rentang rendah 0 hingga 10 ppb. Ini sangat cocok untuk memantau air umpan RO di mana tingkat PTSA yang sangat rendah diinginkan.

Sensor ST-500 Series adalah alat yang sangat berguna dalam pemantauan dan manajemen sistem air industri. Dengan sensitivitas yang tinggi dan fleksibilitas aplikasi, PTSA membantu memastikan efisiensi dan keamanan operasional dalam berbagai industri. Penggunaan PTSA sebagai tracer memberikan keuntungan signifikan dalam pemantauan kualitas air dan deteksi kebocoran, menjadikannya pilihan yang efektif untuk manajemen sistem pendingin dan pengolahan air. Sensor ST-500 adalah solusi canggih yang menawarkan deteksi PTSA yang akurat dan real-time, memungkinkan optimasi dan pemeliharaan sistem dengan mudah.

 

filtrasi airCategoriesUncategorized

Filtrasi Air dengan Automasi

Pengukuran efisiensi filter secara kontinyu dan real time sangatlah penting pada proses Filtrasi Air, akan ada potensi untuk terjadi channeling dimana air merembes melewati rekahan media yang bisa disebabkan oleh berbagai factor bisa dicegah, antara lain tekanan delta T yang terlampau tinggi karena backwash tidak dilakukan tepat waktu.filtrasi air

Pyxis menawarkan sensor ST-730 – Turbidimeter yang dapat melakukan automasi untuk mengirim sinyal 4-20 mA ke pompa backwash di setting turbidity yang telah ditentukan.  Pembacaan turbidity secara real time dan langsung bisa diupload secara 4G ke cloud memungkinkan pemantauan dan dokumentasi data turbidity sampai setahun secara real time.

Learn More https://measurepedia.co.id/product/st-730-inline-turbidity-sensor-0-100ntu/

kolam renangCategoriesInline Sensor Uncategorized

Kualitas Air di Kolam Renang Mewah

Untuk menjaga sanitasi yang baik dan kenyamanan di kolam renang, Kualitas air perlu dijaga pH dan Residual Oksidan nya

  • pH : Pengelola Kolam Renang harus memperhatikan Sensitivitas Kulit dan Rambut terhadap pH, sangat penting untuk menjaga pH dalam range 7.0 – 7.5 sehingga kenyamanan dan Kesehatan yang menggunakan kolam dapat terjamin.
  • Residual Oxidant: Sanitasi yang baik untuk mencegah pertumbuhan lumut dan bakteri di kolam renang sangat penting, dengan menjaga residual stabil di dalam range yang ditentukan. Untuk Chlorine biasanya dijaga 0.2-0.5 ppm Cl2.   Residual yang rendah bisa mengakibatkan air terkontaminasi, dan residual yang ketinggian bisa menyebabkan iritasi mata, rambut yang mengeras serta iritasi kulit untuk beberapa orang dengan kulit sensitive.

Diperlukan sensor untuk dapat mengontrol kestabilan kandungan pH dan Residual Oksidan didalam kolam agar kualitas air tetap terjaga dan stabil. Pyxis menawarkan automasi sensor ST-765SS-FCL yang dapat menjaga kestabilan 2 hal tersebut dalam satu sensor yang akurat dan ekonomis.

LEARN MORE https://measurepedia.co.id/st-765ss-series-oxidizer-ph-sensors/

CategoriesInline Sensor

Pemantauan Secara Real-Time Kekeruhan Kualitas Air di Tambak Ikan

Peningkatan kekeruhan dapat disebabkan oleh aktivitas ikan, sisa pakan, dan partikel tersuspensi lainnya. Sensor turbidity seperti ST-730 dari Pyxis Lab dapat memainkan peran penting dalam pengawasan dan pengendalian kualitas air tambak ikan.

Tantangan dalam Budidaya Ikan di Tambak

  1. Kekeruhan Air:
    • Peningkatan kekeruhan akibat pakan yang tidak termakan dan kotoran ikan.
    • Kekeruhan yang tinggi mengurangi visibilitas, menghambat penetrasi cahaya, dan dapat menurunkan kadar oksigen terlarut.
  2. Kesehatan Ikan:
    • Kekeruhan yang tinggi menyebabkan stres pada ikan, meningkatkan risiko penyakit, dan menurunkan tingkat pertumbuhan.
    • Partikel tersuspensi dapat membawa bakteri dan patogen yang membahayakan ikan.
  3. Efisiensi Operasional:
    • Sistem filtrasi yang tidak efisien menyebabkan biaya operasional yang tinggi dan membutuhkan pembersihan manual yang sering.

Sensor turbidity ST-730 dari Pyxis Lab menawarkan solusi pengawasan yang andal dan efisien untuk mengelola kualitas air di tambak ikan. Dengan fitur-fitur unggulannya seperti pemantauan real-time, konektivitas Bluetooth, dan kemampuan pengendalian sistem filtrasi, ST-730 membantu meningkatkan kualitas air, kesehatan ikan, dan efisiensi operasional. Implementasi sensor ini di tambak budidaya ikan dapat menghasilkan peningkatan signifikan dalam produktivitas dan keuntungan budidaya, menjadikannya investasi yang berharga bagi para peternak ikan.

Untuk selengkapnya bisa membaca disini!!

CategoriesUncategorized

PENGENDALIAN KOROSI PADA KUALITAS AIR BOILER

Boiler adalah salah satu komponen penting dalam berbagai industri, terutama dalam pembangkit listrik, manufaktur, dan pengolahan makanan. Kualitas air dalam boiler harus dijaga dengan baik untuk mencegah kerusakan, korosi, dan penurunan efisiensi. Air dalam boiler harus memiliki konduktivitas yang rendah untuk mencegah korosi dan penumpukan kerak.

 

Manfaat Penggunaan Sensor ST-723 pada Boiler

  1. Pencegahan Korosi dan Kerak Dengan memantau konduktivitas air secara kontinu, sensor ini membantu mencegah korosi dan penumpukan kerak yang dapat merusak komponen boiler.
  2. Efisiensi Operasional Pengukuran suhu yang akurat memastikan bahwa boiler beroperasi pada kondisi yang optimal.
  3. Keamanan Memantau suhu dan konduktivitas air membantu mengidentifikasi masalah potensial sebelum menyebabkan kerusakan besar.
  4. Pemeliharaan yang Mudah Kalibrasi dan diagnosa nirkabel mengurangi downtime dan memudahkan tim pemeliharaan dalam menjaga sensor tetap berfungsi dengan baik.

 

ST-723-Conductivity-Sensor-Body

Sensor konduktivitas dan suhu seperti ST-723 dari Pyxis Lab memainkan peran penting dalam menjaga kualitas air boiler. Sensor ini membantu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem boiler. Integrasi yang mudah dengan sistem kontrol yang ada dan kemampuan kalibrasi nirkabel menjadikannya solusi ideal untuk berbagai aplikasi industri.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang sensor ST-723 dan solusi pengendalian kualitas air lainnya, kunjungi Measurepedia distributor resmi pyxis di Indonesia

Chlorine Kolam RenangCategoriesInline Sensor

Chlorine Berlebihan pada Kolam Renang berbahaya bagi Kulit

Kaporit bekerja dengan melepaskan Free Chlorine, yang efektif membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya. Namun, penggunaan kaporit yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit manusia.

Apa itu Kaporit dan Klorin?

  1. Kaporit (Kalsium Hipoklorit): Kaporit adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam desinfeksi air karena kemampuannya menghasilkan Free Chlorine ketika dilarutkan dalam air. Kalsium hipoklorit memiliki sifat oksidatif yang kuat, menjadikannya efektif dalam membunuh mikroorganisme patogen.
  2. Free Chlorine: Free Chlorine adalah bentuk klorin yang aktif dan tersedia untuk reaksi kimia. Dalam pengolahan air, Free Chlorine penting karena merupakan agen desinfektan utama yang membunuh bakteri dan virus. Namun, kadar Free Chlorine yang terlalu tinggi dapat menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dampak Negatif Pemberian Kaporit Berlebihan pada Kulit

  1. Iritasi Kulit
  2. Kekeringan Kulit
  3. Alergi dan Reaksi Hipersensitivitas
  4. Kerusakan Jangka Panjang

Solusi Pengendalian Kadar Klorin dengan ST 765 SS

Untuk mengatasi masalah pemberian kaporit berlebihan, penggunaan alat pengukur yang tepat sangatlah penting. ST 765 SS dari Pyxis Lab adalah salah satu solusi terbaik yang tersedia. Berikut adalah cara kerja dan manfaat menggunakan ST 765 SS:

  1. Pengukuran yang Akurat dan Real-Time
  2. Pemantauan pH dan Suhu
  3. Teknologi Elektrokimia Tanpa Membran
  4. Sistem Pembersihan Otomatis
  5. Integrasi dan Kalibrasi Mudah

Pemberian kaporit yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada kulit. Untuk menghindari hal ini, penting untuk mengontrol kadar klorin dalam air dengan tepat. ST 765 SS dari Pyxis Lab menawarkan solusi yang efektif dengan pengukuran yang akurat, pemantauan real-time, dan sistem pembersihan otomatis. Dengan menggunakan ST 765 SS, Anda dapat memastikan kadar klorin dalam air tetap dalam batas aman, melindungi kesehatan kulit dan memastikan kualitas air yang optimal.